Bahagia itu, kamu.

Dear #M,

Karena tak butuh satu alasan pun untuk [tidak] berbahagia saat aku jatuh cinta, dan seterusnya jatuh cinta [kepadamu].

Sejak kau izinkan aku tinggal di hatimu, tak ada lagi tempat yang kutuju: selainmu.

Di sudut hatimu aku ingin mengaduh bahagia, tanpa jera.

Di sudut hatimu, aku ingin tinggal selamanya. Menuliskan cerita bahagia, tanpa jeda.

Jelas sudah! Tak perlu kucari bahagia lagi; karena di kamu, bahagiaku itu.

 

6 thoughts on “Bahagia itu, kamu.

  1. Dearest#M#
    Apakah bahagia milik aku seperti dijanji..

    Mengapa hati ku tetap sunyi diselimut dingin hingga ke pagi..

    Dimanakah menghilangnya wahai hati pergi mu tak kembali..

    Aku jatuh berlutut mengharap belas tanpa dipeduli dibiarkan sendiri..

    Apakah alasan yang hendak kau beri kali ini; Aku tak butuh dikasehani?

    Cinta setia ku kau sangsi tanpa kau sedari; Aku dihukum tanpa membela diri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s