Gerimis di Bulan Januari

Dear you,

Sejak napas cinta kau tiupkan, dan menghunjam jantung, itulah awal bahagiaku. Tertulis di wajah pagi, dan kening senja.

Dan,

Di setiap pagi,  tulisan kebahagiaan itu menyusup embun tanpamu; hanya aku, ternyata.

Datang dan pergi, begitulah masa lalu membiru-hitamkan tiap lembaran cerita. Dan, kamu tetap berada diantaranya, seperti pagi ini.

Dan,

Di tempat rebahku kini, kamu berpelangi. Selamat pagi, untukmu  —entah untuk yang ke berapa kali. Yang pasti, aku ingin kembali lagi kepadamu, suatu hari nanti.

(Moammar Emka dalam Dear You, halaman 379) 


4 thoughts on “Gerimis di Bulan Januari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s