Seperti harapku

Seperti harapku, kamu ada saat aku terjaga.

“Selamat pagi, Byby.”

Kalimat pembuka itu merangkul bahagiaku, seketika.

Seperti siang yang berlari cepat, tahu-tahu harapku mengecup pucuk keningmu. Di situ, ada rindu yang terjaga.

“Byby, jangan pernah lelah mengunyah setiap degub yang terpendar dari dadaku. Ada kamu, di situ.”

Inilah kemanjaan siang yang mengusir terik kepongahan.

Seperti tak kenal malu, rindu itu terjun bebas ke pangkuanmu.

“Kangen tauuu…!”

Keakuan pertamaku itu pun jatuh, dan membuncahkan kata tanpa rekayasa.

“I miss you, too.”

Sebaris jawabmu usaikan gelisahku, seperti harapku dari semula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s