Cinta Itu, Kamu (lagi)

Cinta bisa jadi apa saja. Cinta bisa berbalas, kadang juga tak berjawab. Cinta menyebabkan luka, tetapi ia juga yang meredakannya.

“Kuasamu atas hatiku merambah belantara rindu yang tak putus-putus menciumi titik pengakhirannya. Merunduk malu dalam hasrat yang bergegas tulus untuk mencintaimu selamanya. Tak lelah menapak dalam jejak yang tertatih-tatih menuju rumah hatimu.

Hanya padamu, kucari segala muara untuk bahagia yang kucecap di bibir yang tak lagi punya kata untuk memuji dan berjanji. Aku cinta, ternyata.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s