Membumi batu

Berharap diayun ketiadaan. Memangsa getar membumi batu. Berkalang tanah menjadi seonggok rasa basi.

Sepi ini telah menelantarkan kelakar tawa. Menyesatkan hati di lembah keterasingan.  Membawa jejakku terpenjara dalam pusaran labirin yang berliku.

Rumah hatimu adalah tumpah rinduku. Berkemah merangsak sumsum; mengibarkan bendera kegelisahan yang membukitkan luka, juga bahagia.  Setiaku membabibuta. Kalap membumihanguskan nalarku.

Entah nyata atau semu. Entah berharga atau sia-sia, aku hanya ingin hadir ditimang lugu senyummu, dan menangis di sudut bibirmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s