Biarkan rambutmu terurai

Biarkan legam-mayang rambutmu menamparku. Aku ingin rasakan tiap inci helainya bermain dan menari-nari di wajahku. Seperti hari itu, saat kaki telanjangmu menjejak tanah berpasir di pantai Kudeta, di negeri para Dewata.

Disaksikan buih debur ombak yang pucat basi, derai rambutmu menjuntai-juntai, bersatu dalam  irama angin semilir.  Dalam kepasrahan tanpa syarat, kau rebahkan kepalamu di dadaku yang terus berdegup menyepuh kidung penyatuan. Betapa detik itu, kurasakan apa yang aku yakini sebagai keniscayaan sebuah kesyahduan. Serta merta meninabobokan mimpi dan harapan yang tersimpan. Dari cangkang keakuannya, lebur rasaku dalam hening, dalam diam.

Biarkan, biarkan….rambutmu terurai dan lautan menyimpan sketsanya. Di suatu hari tanpa nama, aku akan kembali dan membingkai indah rambutmu atas nama cinta, seadanya-setiada-tiadanya.

2 thoughts on “Biarkan rambutmu terurai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s