Satu-satunya kesalahanku adalah mencintaimu

Satu-satunya kesalahanku adalah mencintaimu. Kesalahan berlapis yang kusyukuri.

Karena tak pernah ada penyesalan yang mengikuti. Karena bisa mencintaimu, adalah sebuah keajaiban sempurna yang mengakar lekang dalam barisan hari.  Hari itu —ketika kita bersama mengucapkan janji, tunduk teduh pada keakuan hati, detik ini dan selamanya, nanti.

Absurd tapi absolut. Begitu mengagumkan kemiripan antara cinta dan kegilaan. Dua-duanya serba tak terduga. Rinduku padamu telah membumihanguskan kewarasan, itulah nyatanya. Seperti nyala lilin yang membakar dirinya hingga luluh lantak pada ketiadaan. Menjadi awal seperti sedia kala, senyawa dalam dirinya tanpa api yang berpijar sebagai titik pengakhirannya.

5 thoughts on “Satu-satunya kesalahanku adalah mencintaimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s