Tanah hatimu, Rindu kesumatku

AKU masih berdiri di jalan yang sama. MENANTIMU dengan napas terengah dan gontai kaki menjejak tanah hatimu.

Di pucuk menara gading, rindu kesumatku. Menjepit setiap kedip mata dengan sketsa wajahmu. Telak memasungku.

KAMU. Sedetik menjauh, sedetik mendekat. Pergi, lalu kembali. Ada, lalu tiada. Melemparkanku dalam pusaran getar tak bertepi.

One thought on “Tanah hatimu, Rindu kesumatku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s