Dalam hujan, aku telanjang

Apa yang kurekam dari hujan siang ini? Larik-lari rindu yang menghias rintiknya saat kita sepayung berdua; di kota sana, di suatu hari tanpa nama.

Sepayung membelah hujan. Dalam magis lirih rintiknya yang menorehkan bahagia, juga luka. Bersama!

Tawa-bahagia dan sedu-sedan tangis meramu satu. Dalam hujan itu, tersimpan jejakmu. Lewat riuh rintiknya, aku mengadu dan mengaduh pilu.

Aku katakan pada hujan, kita masih satu; seadanya-setiada-tiadanya. Karena kamu telah memenangkan hatiku, begitu juga aku.

Hujan boleh saja reda. Tapi tidak dengan rinduku. Kau telah merenggutnya tanpa sisa. Dan kini, tinggal lah kosong meraja.

Dan tetaplah dalam hujan. Karena di sana, aku terbiasa menari bersamamu.

13 thoughts on “Dalam hujan, aku telanjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s