Menggelitik getar itu, lagi.

Menggelitik getar itu untuk bangkit lagi. Di batas ragu yang mengulum damba dan memuja hampa, kucoba lagi mengais serpihan hatiku —yang tersembunyi, untukmu.

Demimu, semestinya aku mau. Demimu, semestinya aku mampu untuk terus mencari titik temu warna-warni adaku dan adamu dalam satu ruang toleransi. Meninabobokan tangis semalaman, berganti senyum yang menyepuh pagi.

Semoga semua menjadi nyata, dan bukan sia-sia yang mengecup dalam alurnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s