Kecuali rindu, selebihnya…

Maaf, jika tak kubiarkan kau mengepang rambutmu di balik cahaya matahari senja yang menembus jendela kamarmu.

Biarkan, biarkan rambutmu terurai menjuntai melambai-lambai. Kuingin rasakan syahdunya hati ini, menghidupkanku.

Begitu sering aku memandangmu, dan selalu kuulang-ulang lagi.

Detik ini, apalagi yang bisa kureka-reka tentangmu kecuali rindu dan selebihnya, udara yang  diam.

Dan, tiba-tiba kau kutemui lagi.

One thought on “Kecuali rindu, selebihnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s