Isyarat tanpa jawab

Aku pikir, semuanya memang sudah hampir berakhir.

Pohon yang tumbang itu sudah rebah ke tanah. Hanya akarnya yang masih tinggal. Baik akarnya yang masih tegar dan menghujam ke bumi atau batang pohon yang tumbang itu, tak menunjukkan isyarat untuk bersatu lagi; menegakkan “janji pepohonan” untuk saling melengkapi diri dan hidup meneduhi alam.

Padahal, siapa yang tak ingin bertahan dalam keharmonisan hidup?!  Tak tahukah kita bahwa akar yang tertebas dan pohon yang tercerabut itu masih punya dan sama-sama menginginkan untuk bersatu kembali?!

Tetapi, entah kapan. Entah di musim semi atau musim gugur atau tidak sama sekali.

Tetapi terkadang, musim suka membawa sesuatu yang tak terduga. Menggelitik dedaunan itu menghijau kembali dan tunas-tunas muda tumbuh lagi, untuk kita tebas lagi (?).

2 thoughts on “Isyarat tanpa jawab

  1. “Tetapi terkadang, musim suka membawa sesuatu yang tak terduga. Menggelitik dedaunan itu menghijau kembali dan tunas-tunas muda tumbuh lagi, untuk kita tebas lagi (?).”

    —> Karena hati sanggup melewati lagi seribu peristiwa hidup setelah mati, untuk kemudian mati kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s